Semarang – Libur panjang sekolah membuat banyak keluarga memilih sepeda motor sebagai sarana transportasi yang praktis dan hemat untuk berwisata atau mengunjungi kerabat. Namun, di balik momen liburan itu, masih sering terlihat pemandangan berbahaya di jalan raya: satu sepeda motor ditumpangi empat orang. Anak kecil duduk di depan atau berdiri di dek motor, sementara bayi digendong di belakang. Dalam satu kendaraan, empat nyawa dipertaruhkan, tentu hal ini sangat berbahaya.
Secara ilmiah dan teknik berkendara (safety riding), mendudukkan anak di baris depan, terutama di antara pengendara dan stang kemudi memiliki tiga risiko besar yang mematikan:
Mari kita bayangkan sebuah kastel atau benteng pertahanan. Dalam logika perang mana pun, bagian yang paling rentan dan rapuh tidak akan pernah diletakkan di garis paling depan untuk menahan gempuran musuh. Anak -anak kita, dengan struktur tulang yang belum kuat dan respons refleks yang belum matang, adalah bagian paling rapuh tersebut. Jika terpaksa harus menggunakan sepeda motor bersama anak saat liburan, berikut adalah panduan keselamatan standar yang wajib dipatuhi:
“Liburan sekolah seharusnya menjadi momen untuk menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Karena itu, selalu utamakan keselamatan saat berkendara. Jangan sampai keceriaan liburan berubah menjadi penyesalan akibat mengabaikan aspek keselamatan, terutama saat membawa anak,” pesan Oke Desiyanto, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng.