Semarang – Bulan Ramadan adalah momen suci yang dinanti umat Muslim. Selain menjalankan ibadah puasa, aktivitas harian seperti bekerja, bersilaturahmi, atau beribadah tarawih tetap berjalan. Namun, bagi pengendara motor, bulan ini membawa tantangan unik. Mulai dari kondisi fisik yang berbeda hingga kepadatan jalan yang tidak biasa, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.
Berikut analisis potensi bahaya dan tips berkendara aman selama Ramadan:
Faktor Fisik Pengendara
Menahan haus dan lapar seharian bisa menurunkan konsentrasi, refleks, serta memicu pusing atau pandangan kabur. Selain itu pola tidur tidak teratur juga mungkin dialami sebagaian orang seperti insomnia sampai jam sahur atau pola tidur yang berbeda karena aktivitas sahur dan tarawih sehingga pengendara cenderung mengantuk di jam – jam produktif, termasuk saat berkendara.
Faktor Psikologis Pengendara
Rasa lapar dan Lelah bisa meningkatkan stress dan emosi yang tidak stabil. Akibatnya saat berkendara, terutama di jam pulang kerja dan sebelum berbuka puasa, pengendara cenderung terburu – buru dijalan agar cepat sampai tujuan. Euforia menjelang buka puasa memicu antusiasme sehingga sering membuat pengendara lalai, seperti melaju kencang atau melanggar lampu merah.
Faktor Lingkungan
Lingkungan dan situasi yang berubah membuat kepadatan kendaraan terjadi diwaktu tertentu. Contoh dipagi hari terjadi kepadatan meningkat signifikan karena jam masuk sekolah dan jenis pekerjaan tertentu jam kerja berubah atau disore hari terjadi kepadatan karena ada perubahan jam pulang kerja.
Dengan dipicu 3 hal utama diatas, perilaku pengendara atau pengemudi lain cenderung mengkhawatirkan seperti memotong antrean atau menyalip di celah sempit untuk menghemat waktu yang sering dilakukan oleh pengendara motor, membawa penumpang melebihi kapasitasnya sehingga mengganggu keseimbangan, mobil berhenti mendadak bermaksud membeli takjil tanpa turun dari mobil, dan pengendara yang kurang fokus berkendara karena dehidrasi, mengantuk, atau kelelahan. Kondisi tersebut akan meningkatkan resiko resiko terjadi kecelakaan atau benturan dan kerugian yang bisa terjadi.
Beberapa hal yang perlu disiapkan agar ibadah tetap lancar dan selamat menuju hari kemenangan Idul Fitri ini:
Persiapkan Kondisi Fisik. Konsumsi air putih cukup (minimal 2 gelas saat sahur) dan makanan kaya serat/protein untuk menjaga energi. Hindari karbohidrat berlebihan yang memicu ngantuk. Tidur lebih awal setelah tarawih (pukul 22.00), lalu bangun sahur (pukul 03.00–04.00). Dengan ini, akan mendapat 4–5 jam tidur malam. Jika memungkinkan tambah dengan tidur disela istirahat. Kualitas tidur (deep sleep) perlu diutamakan.
Atur Waktu dengan Bijak, hindari Terburu-buru, atur jadwal berangkat lebih awal jika harus berkendara mendekati waktu berbuka. Jika terlambat, ingatlah bahwa keselamatan lebih penting daripada mengejar waktu. Batasi aktivitas Malam, kurangi bepergian tidak penting setelah tarawih untuk menghindari risiko mengantuk.
Tingkatkan Kewaspadaan di Jalan, antisipasi jam – jam padat karena peningkatan volume kendaraan, pejalan kaki, pemburu takjil atau anak kecil yang bermain di jalanan sebelum azan maghrib. Berkendaralah lebih pelan dari biasanya, terutama di area permukiman atau dekat tempat ibadah. Jaga jarak dengan kendaraan depan untuk mengantisipasi pengereman mendadak.
Hindari Gangguan Mental, kendalikan Emosi jika ada pengendara lain memotong atau membunyikan klakson, tetap tenang. Tarik napas dalam dan fokus pada jalan. Jangan Memaksakan Diri, tubuh merasa lemas, pusing, atau mengantuk, segera menepi dan beristirahat. Buka puasa di jalan (jika darurat) demi keselamatan.
Pastikan Kondisi Motor Prima dan Gunakan Perlengkapan Keselamatan. Meski cuaca panas, jaket bisa melindungi dari angin malam atau benturan. Membawa cadangan air mineral digunakan untuk berbuka jika terjebak macet.
“Menjaga diri dan orang lain di jalan, kita telah menjalankan perintah agama untuk menghargai sesama. Ingatlah bahwa resiko kecelakaan sangat mengganggu ibadah puasa dan merugikan banyak pihak. Selamat menjalankan Ramadan penuh berkah, dan selalu utamakan selamat dijalan,” tutup Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah.