Semarang – Meningkatnya aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat selama musim liburan membawa konsekuensi pada kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur perkotaan maupun kawasan wisata. Dalam kondisi tersebut, seluruh pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga etika berkendara, serta mengedepankan sikap saling memahami antar pengendara.
Pengendara yang melintasi daerah baru umumnya membutuhkan konsentrasi lebih tinggi karena harus menyesuaikan diri dengan rute, titik persimpangan, karakter jalan, hingga kondisi lalu lintas setempat. Situasi ini dapat memengaruhi pengambilan keputusan saat berkendara, terutama ketika menggunakan aplikasi navigasi digital.
Senior Instruktur Safety Riding, Oke Desiyanto, menjelaskan bahwa seluruh pengguna jalan perlu meningkatkan kemampuan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan di jalan raya.
“Dalam situasi lalu lintas yang padat dan dinamis, setiap pengendara perlu memiliki empati serta kemampuan membaca potensi risiko di sekitarnya. Pengendara yang sedang mencari arah atau menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tentu membutuhkan ruang dan toleransi dari pengguna jalan lain,” ujar Oke.
Manuver Mendadak
Masalah utama dari pengendara yang mengandalkan aplikasi penunjuk arah seperti Google Maps adalah respons yang terlambat. Fenomena yang sering memicu kecelakaan adalah:
Tips Safety Riding: Cara Aman Menghadapi Pengendara Luar Kota
Untuk menjaga diri kita tetap selamat selama musim liburan ini, berikut beberapa langkah antisipasi teknis yang bisa diterapkan:
“Keahlian berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga kemampuan memahami situasi, memberi ruang kepada pengguna jalan lain, dan menjaga keselamatan bersama. Dengan sikap saling menghargai, kita dapat menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua,” tutupnya.