NEWS
DETAILS
Senin, 24 Mar 2025 09:49 - Honda Community Jawa Tengah
Semarang – Mudik Lebaran dengan sepeda motor menuntut persiapan bukan hanya fisik kendaraan, tetapi juga emosi, mental, dan psikis pengendara. Perjalanan jauh melewati berbagai kota dengan kondisi jalan dan cuaca yang beragam bisa menjadi tantangan tersendiri.
 
Secara definisi mental adalah mencakup stabilitas pikiran, kemampuan mengatasi stres, dan ketahanan terhadap tekanan. Mental akan sangat memengaruhi cara seseorang merespons situasi secara keseluruhan. Sebagai contoh pengendara yang memiliki mental yang baik artinya sudah mempersiapkan diri dengan baik, dan sudah melakukan perencanaan perjalanan yang baik sebelum melakukan perjalanan. Pengendara dengan mental yang stabil akan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam situasi darurat, seperti menghindari tabrakan dan memiliki kemampuan prediksi bahaya yang baik.
 
Sedangkan untuk emosi berkaitan dengan perasaan, seperti marah, sedih, senang, takut, dan cemas. Bagaimana pengendara merespons perasaan yang bersifat sementara dan intens terhadap suatu peristiwa atau situasi. Respon marah karena terjebak macet mungkin akan berkendara dengan agresif dan membahayakan diri sendiri serta orang lain atau bahkan sebaliknya merasa takut saat hujan deras mungkin akan berkendara dengan sangat lambat dan ditengah. Emosi positif juga harus dikendalikan seperti pengendara yang merasa senang karena perjalanan yang lancar, dapat membuat lengah, terlalu bersenang sehingga lengah menjadi kurang waspada.
 
Beberapa tips untuk mempersiapkan mental dan emosi :
Niat yang Kuat dan Positif, tanamkan niat yang kuat untuk bertemu keluarga di kampung halaman, fokus pada tujuan positif, yaitu bersilaturahmi dengan keluarga dan bebaskan pikiran negatif yang bisa memicu stres.
Persiapan Rute, Waktu dan biaya, rencanakan rute perjalanan dengan cermat, perkirakan waktu tempuh dan siapkan waktu cadangan. Hindari terburu-buru dan tetap tenang jika terjadi keterlambatan. Harus memiliki biaya cadangan sewaktu – waktu dibutuhkan.
Istirahat yang Cukup, pastikan tidur cukup dan berkualitas sebelum berangkat dan selama perjalanan, istirahat setiap maksimun 2 jam perjalanan untuk meregangkan otot dan menghilangkan penat, jika merasa lelah, bosan dan jenuh segera mencari tempat istirahat yang aman.
Kelola Emosi dengan Baik, fokus pada keselamatan diri sendiri dan pengendara lain, sabar dan toleran terhadap perilaku pengendara lain. Hindari terpancing emosi negatif seperti marah atau kesal. Mengalah seringkali menjadi solusi terbaik untuk semua.
Nikmati Perjalanan, Anggap perjalanan mudik sebagai bagian dari petualangan seru, nikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Berbagi cerita dan pengalaman dengan sesama pemudik ketika sedang istirahat atau menghubungi keluarga di kampung halaman secara berkala untuk mengurangi rasa rindu atau bosan diperjalanan.
Pengaturan Napas dan Meditasi, melatih teknik pernapasan dalam untuk menenangkan pikiran saat menghadapi kemacetan atau situasi stres. Lakukan meditasi singkat saat istirahat untuk menyegarkan pikiran atau lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk mengisi ulang energi mood sesuai dengan kepribadiannya.
 
Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah Oke Desiyanto mengatakan Mudik Lebaran dengan sepeda motor menjadi tradisi bagi jutaan masyarakat Indonesia namun perjalanan jarak jauh dengan motor menuntut persiapan ekstra, baik dari pengendara dan kendaraannya.
 
“Mental yang kuat membantu pengendara tetap tenang dan fokus dalam situasi sulit. Mengendalikan emosi membantu pengendara menghindari perilaku berbahaya yang dipicu oleh perasaan negatif. Mudik adalah momen yang membahagiakan maka prioritaskan #Cari_Aman berkendara,” pesan Oke.
RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK