Kudus, 5 Juli 2026 – Ikatan Astrea Grand Indonesia (IKAGI) sukses menggelar Jambore Nasional (JAMNAS) IKAGI XVI di Kompleks Museum Situs Purbakala Patiayam, Desa Terban, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 5 Juli 2026. Mengusung tema "HARMONI GRANDERIST BERIRAMA TRADISI CIPTAKAN SEJARAH MURI", kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi para pecinta sepeda motor bebek klasik di Indonesia. Diselenggarakan oleh GRAMACK (Grand Mania Club Kudus) dengan slogan "GRAMACK KUDUS SAKJOSSEE", Jambore Nasional IKAGI XVI dihadiri sekitar 15.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan chapter resmi IKAGI serta komunitas pecinta Astrea Grand, Impressa, dan Legenda yang belum tergabung secara resmi dalam IKAGI, menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap pelestarian motor bebek klasik. Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu (5/7), ketika Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) secara resmi menganugerahkan penghargaan kepada IKAGI atas keberhasilannya mencatatkan Rekor MURI kategori "Jambore Motor Bebek Klasik Peserta Terbanyak (Astrea Grand, Impressa, Legenda)". Target semula sebanyak 3.500 unit sepeda motor berhasil terlampaui, dengan jumlah kendaraan yang hadir mencapai lebih dari 8.000 unit, terdiri atas Honda Astrea Grand, Honda Impressa, dan Honda Legenda dari berbagai penjuru Nusantara. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa motor bebek klasik masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Tidak hanya sebagai kendaraan, Astrea Grand dan keluarga motor bebek klasik lainnya telah menjadi bagian dari sejarah, budaya otomotif, serta perekat persaudaraan lintas daerah dan lintas generasi. Ketua Panitia, M. Zulfikar Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, sponsor, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. "Rekor MURI ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan simbol persatuan dan kecintaan ribuan pecinta motor bebek klasik terhadap warisan otomotif Indonesia. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar IKAGI dan semua komunitas yang telah bersama-sama menciptakan sejarah di Kudus." Presiden IKAGI, Ifan Nugroho, menyatakan bahwa Jambore Nasional bukan hanya agenda tahunan komunitas, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas antar anggota, serta memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan kepada masyarakat luas. Sementara itu, Ketua Umum GRAMACK, Rifki Noor Budiman, mengungkapkan rasa bangga karena Kabupaten Kudus dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Nasional IKAGI XVI. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi nasional, kontes motor, hiburan musik, santunan anak yatim, seremoni IKAGI, sarasehan komunitas, senam bersama, penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pertunjukan budaya seperti Barongsai dan Tari Kretek, hingga pembagian hadiah kontes dan doorprize utama 2 unit sepeda motor Astrea Grand. Kehadiran Bupati Kudus, Kapolres Kudus, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus serta berbagai unsur pemerintah turut menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan komunitas otomotif yang berlangsung tertib, aman, dan memberikan dampak positif bagi daerah. Selain mempererat tali persaudaraan antar anggota komunitas, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ribuan peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia turut menggerakkan sektor UMKM, kuliner, penginapan, serta pariwisata di Kabupaten Kudus. Melalui keberhasilan penyelenggaraan Jambore Nasional IKAGI XVI dan pencapaian Rekor MURI, IKAGI berharap semangat melestarikan motor bebek klasik Indonesia akan terus tumbuh di kalangan generasi muda. Lebih dari sekadar komunitas otomotif, IKAGI ingin menjadi rumah besar bagi seluruh pecinta Astrea Grand yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap warisan otomotif bangsa. "Harmoni Granderist Berirama Tradisi, Ciptakan Sejarah MURI." GRAMACK KUDUS SAKJOSSEE!