Semarang – Rasa lega tentu menyelimuti hati setiap pengendara sepeda motor ketika berhasil tiba di rumah setelah berjibaku menembus hujan deras dan genangan air di jalan raya. Namun, bagi seorang biker sejati, memarkir motor dan langsung meninggalkannya begitu saja adalah sebuah kelalaian. Air hujan yang bercampur dengan pasir jalanan, zat asam, dan kotoran adalah musuh tersembunyi bagi komponen sepeda motor. Membiarkan motor mengering dengan kotoran yang menempel tidak hanya memicu karat, tetapi juga berpotensi merusak fungsi mekanis yang mungkin fatal bagi keselamatan.
Berikut adalah bagian-bagian krusial pada motor Honda yang wajib Anda periksa sebelum motor diistirahatkan atau digunakan kembali esok hari:
Ini adalah sektor paling vital. Saat menerjang hujan, piringan cakram (disc brake) dan kampas rem sangat rentan disusupi pasir halus atau lumpur. Bilas area kaliper dan piringan cakram dengan air bersih bertekanan rendah untuk merontokkan pasir. Jika dibiarkan, pasir tersebut akan menggerus piringan cakram Anda (baret) dan mengurangi pakem rem.
Air hujan bersifat meluruhkan pelumas (lubrikasi). Rantai yang kehilangan pelumas akan bergesekan langsung antar logam, menyebabkannya cepat kendor, berisik, dan berkarat. Cek kekencangan rantai. Setelah motor dibilas dan kering, wajib berikan pelumas rantai (chain lube) baru. Hindari penggunaan oli bekas karena justru mengundang lebih banyak kotoran menempel.
Pengguna skutik Honda seperti BeAT, Vario, atau PCX harus lebih waspada. Meskipun area CVT tertutup, genangan air yang cukup tinggi berpotensi merembes masuk. Cek selang pembuangan CVT (biasanya berupa selang bening kecil di bagian bawah bak CVT). Jika terlihat ada air atau endapan lumpur, segera bawa ke AHASS terdekat untuk pembersihan area CVT agar v-belt tidak selip. Periksa juga kondisi filter udara, pastikan tidak basah agar suplai udara ke ruang bakar tidak terganggu.
Seringkali motor mogok usai menerjang genangan bukan karena mesin rusak, tapi karena kebocoran listrik di area busi. Cabut cop busi, bersihkan, dan keringkan area di sekitar busi. Pastikan karet pelindung cop busi masih lentur dan rapat. Karet yang sudah getas (keras/retak) memudahkan air masuk dan mematikan pengapian mesin secara tiba-tiba.
Poin ini wajib diperhatikan jika Anda terpaksa melewati genangan air yang tingginya mencapai mesin atau knalpot. Cek dipstick (penutup lubang oli). Lihat warna olinya. Jika warna oli berubah menjadi seperti "kopi susu" (putih kecoklatan), itu tandanya oli sudah tercampur air (water hammer ringan). Jangan nyalakan mesin! Segera ganti oli baru untuk mencegah kerusakan parah pada "jeroan" mesin.
“Ingat, motor yang sehat akan merespons dengan presisi saat kita membutuhkannya dalam situasi darurat. Rawat motornya, disiplin berkendaranya, dan selalu #Cari_Aman di manapun Anda berada”, jelas Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng.